Jakarta, 4 Oktober 2019- Alpha-I bekerjasama dengan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menyelenggarakan kegiatan berbagi pengetahuan yang bertajuk  “Indonesia Feeding the World : Let’s Keep Our Fish Fresh, Safe, and Nutritious” di @America, Pacific Place SCBD Jakarta.

Acara diawali oleh sambutan dari Sekjend Alpha-I, Suparlan Lingga dan Hanif Saleh selaku perwakilan dari USAID yang membidangi urusan pendidikan. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Jason Seuc, Wakil Direktur Kantor Lingkungan Hidup USAID Indonesia. Dalam pidato sambutannya tersebut, Jason memaparkan data bawah Pemerintah Amerika Serikan dan Indonesia memiliki hubungan yang sangat erat di sektor perikanan dan kelautan. Amerika Serikat merupakan negara tujuan utama ekspor produk-produk perikanan Indonesia dengan nilai perdagnagan kurang lebih sebesar 1,8 milyar dolar atau 25,5 triliun rupiah per tahun.

Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM) selaku otoritas kompeten dalam jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan mencatat terjadi kenaikan secara konsisten terhadap ekspor hasil perikanan Indonesia ke Amerika Serikat. Tren ekspor hasil perikanan Indonesia ke AS pun terus-menerus mengalami peningkatan. Pada tahun 2015, volume ekspor hasil perikanan Indonesia ke Amerika Serikat sebanyak 145 juta kg dengan nilai USD 1,3 milyar. Angka ini terus naik pada tahun 2016 dan 2017 secara berturut-turut menjadi sebanyak 169 juta kg dan 180 juta kg dengan nilai masing-masing sebesar USD 1,4 milyar dan USD 1,7 milyar). Pada tahun 2018, angka ini terus meningkat menjadi 263 juta kg dengan nilai USD 1,8 milyar.

Selain itu Amerika Serikat dan Indonesia saling bekerjsama untuk mengatasi penangkapan ikan ilegal, tidak terlaporkan, dan menyalahi aturan. AS sangat mendukung untuk meningkatkan praktik-praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.

Acara dilanjutkan dengan diskusi yang dipantik oleh Widodo Sumiyanto selaku Kepala Pusat Pengendalian Mutu; Sekretaris II Kedubes AS, Beney J. Lee; Direktorat Fasilitas Ekspor dan Impor Kementerian Perdagangan RI, Ruth Evelin P, SH, Msc; dan Saut Tampubolon selaku Direktur Eksekutif MDPI.

Dalam diskusi tersebut, disimpulkan bahwa yang menjadi tantangan utama untuk memperbesar volume ekspor produk perikanan Indonesia ialah sertifikasi. Perlu diperkuat kerjasama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Amerika Serikat untuk menjadikan produk perikanan Indonesia lolos standar sertifikasi yang ditetapkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Begitu juga dengan standar yang dimiliki oleh negara lain agar produk perikanan Indonesia dapat tersebar lebih luas ke seluruh dunia. Acara ditutup dengan memberikan kenang-kenangan dan foto bersama para pembicara beserta peserta diskusi.