Pada bulan November 2017, BPS mencatat terdapat lebih dari 7 juta penduduk Indonesia di usia produktif yang menganggur. Hal yang mengejutkan pula ialah bahwa angkat pengangguran tersebut banyak disumbang oleh lulusan SMK. Dalam hal ini, tampaknya diperlukan penyesuaian kurikulum dan strategi pembelajaran sehingga lulusan SMK dapat berpindah dari lulusan yang berorientasi pada pencapaian akademik semata menjadi lulusan yang siap di dunia kerja, atau lulusan yang dapat menciptakan lapangan kerja.

Tingginya angka pengangguran dari lulusan SMK di satu sisi memang dapat dianggap sebagai permasalahan, tetapi di sisi lain dapat dijadikan kesempatan mengingat SMK sangat berpotensi untuk menghasilkan lulusan yang dapat menciptakan lapangan kerja (kewirausahaan). Terlebih lagi, berbagai studi mendukung kewirausahaan sebagai proses untuk perubahan ekonomi regional yang positif. Akan tetapi pengusaha kecil/pemula kerap kali mengalami kendala dalam menembus pasar, sehingga tidak dapat bertahan dan kembali menjadi pengangguran.

Salah satu elemen yang sudah berkembang sangat pesat, tetapi masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh para pengusaha, terutama pengusaha kecil/pemula ialah teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Secara mendasar, TIK dapat menurunkan kesenjangan dengan memperluas akses terhadap informasi dan pasar.

Sebagai upaya untuk menyikapi permasalahan pengangguran lulusan SMK, dan potensi ekonomi dan peluang usaha disektor pariwisata, melalui dukungan United Stated Agency for International Development (USAID) serta Indonesia International Education Foundation (IIEF), Asosiasi Alumni Program Beasiswa Amerika – Indonesia (ALPHA-I) membentuk proyek ALPHA-I Nusa (ID.NUSA). Kegiatan ini dilakukan oleh ALPHA-I bersama NUSA (perusahaan yang bergerak didunia teknologi informasi), dan Kitong Bisa (organisasi yang peduli pembangunan di Papua). Secara keseluruhan, kegiatan ini dilakukan di 5 lokasi untuk memberikan pelatihan “Inklusi Digital untuk Kewirausahaan Lokal di Sektor Pariwisata” selama tiga hari kepada siswa/lulusan SMK di 5 wilayah yaitu Danau Toba, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Denpasar, Labuan Bajo dan Fak-fak. Melalui pelatihan dan pendampingan yang diberikan, diharapkan siswa/lulusan SMK yang menjadi peserta dapat berkiprah sebagai pengusaha dan mengembangkan pariwisata lokal mereka.

Kunjungi ID Nusa