Bangsa Indonesia telah melaksanakan Pemilu 2019 pada tanggal 17 April 2019 dengan lancar dan damai. Pemilu tahun ini menjadi salah satu tonggak sejarah penting perjalanan demokrasi bangsa, dimana untuk pertama kalinya Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) dilaksanakan secara serentak. Ada sekitar 192 juta lebih pemilih yang terdaftar secara resmi (dalam dan luar negeri) untuk menggunakan haknya dalam memilih pasangan capres, anggota DPD, anggota DPR Pusat, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Meski secara umum penyelenggaraan Pemilu bisa berjalan baik, namun kita melihat kondisi bangsa belum sepenuhnya pulih dari pertentangan politik khususnya terkait Pilpres. Bahkan pasca pengumuman pemenang Pilpres pada tanggal 21 Mei 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), masih terjadi mobilisasi massa yang menyuarakan ketidakpuasan terhadap hasil Pemilu yang berakhir dengan bentrok dan kerusuhan. Beberapa aksi demonstrasi yang awalnya berlangsung damai (merupakan bagian dari proses demokrasi) justru ditunggangi para provokator yang ingin merusak persatuan dan kedamaian bangsa. Sementara pasangan capres yang kalah sudah mendaftarkan gugatannya ke Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi.

Melihat kondisi kehidupan berbangsa terkini, maka kami Asosiasi Alumni Program Beasiswa Amerika-Indonesia (ALPHA I) menyatakan sikap:

  1. Mendesak para politisi agar lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongannya. Para politisi seharusnya memberikan pernyataan yang mendamaikan dan menyejukkan masyarakat bukan malah mengeluarkan pernyataan kontroversial yang bisa memicu fragmentasi sosial.
  2. Menghimbau seluruh komponen bangsa agar berperan aktif dalam memelihara persatuan dan kedamaian bangsa di tengah perbedaan pandangan politik. Seluruh WNI harus memaknai perbedaan preferensi politik sebagai dinamika demokrasi sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan hukum.
  3. Mendukung sepenuhnya proses hukum sengketa Pemilu khususnya Pilpres yang sedang berjalan di MK. Sesuai amanat konstitusi dan UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilu, MK menjadi satu-satunya lembaga yang berhak mengadili sengketa Pemilu. Keputusan MK merupakan keputusan final dan mengikat.
  4. Menghimbau seluruh hakim konstitusi agar bisa mengadili sengketa Pemilu 2019 secara objektif dan jujur sesuai ketentuan hukum. Seluruh hakim konstitusi harus berpegang teguh pada prinsip independen dan imparsial sehingga bisa menegakkan hukum dan keadilan.
  5. Menghimbau seluruh pihak agar menghormati proses hukum di MK hingga keputusan final yang akan diumumkan tanggal 28 Juni 2019. Semua pihak harus menerima keputusan final MK sebagai wujud penghormatan terhadap supremasi hukum dalam negara demokrasi.

ALPHA I sebagai bagian dari masyarakat sipil Indonesia mengajak seluruh pihak agar mengapresiasi hasil pesta demokrasi, menghormati proses hukum dan menjaga persatuan dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).