Mengaitkan Nutrisi dan Pendidikan di Sekolah SD di Indonesia

Meskipun masih menjadi asisten dosen muda di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Bapak Yoseph Leonardo Samodra sudah membuat kagum komite wawancara USAID dengan berbagai idenya untuk mengintegrasikan dua bidang Kesehatan dan Pendidikan dasar ke dalam sistem pendidikan umum di Indonesia. Komite lalu memberinya beasiswa USAID PRESTASI bidang Pendidikan Tinggi yang membuatnya bisa meraih gelar master di bidang Kesehatan Publik di Universitas Gadjah Mada di tahun 2017.

Setelah kembali ke UKDW dengan gelar master, ia dipromosikan di tahun 2018 sebagai Dosen Penuh, dan bertanggung jawab atas pendidikan sarjana yang kelasnya paling besar (hingga 100 mahasiswa) di fakultas itu. Gelar masternya juga membuatnya memenuhi syarat untuk mengembangkan tanggung jawab administratif: pihak universitas memindahkan kegiatan penelitian dari Lab Nutrisi ke Lab Biokimia UKDW yang dipimpin oleh Bapak Yoseph.

Sebagai anggota fakultas yang memiliki gelar master di bidang Kesehatan Publik, Bapak Yoseph memenuhi syarat untuk mengawasi kelas tutorial UKDW untuk mahasiswa pra-kedokteran yang terdaftar untuk duduk di ujian nasional di bulan September 2019. Ini merupakan langkah penting bagi universitas: sebelumnya universitas diminta, dengan biaya yang sangat mahal, untuk menyediakan pakar pelatihan untuk menerapkan kelas tutorial. Dengan Bapak Yoseph sebagai koordinator program, UKDW bisa bangga bahwa kini mereka mempunyai fakultas yang mampu merancang dan melaksanakan kelas tutorial yang penting (dan menghemat biaya bagi universitas). Bapak Yoseph berencana untuk melibatkan partisipasi rekan kerjanya semaksimal mungkin dalam merancang dan mengajar tutorial 2019, sehingga universitas bisa menciptakan fakultas yang memiliki kualifikasi untuk tutorial-tutorial berikutnya.

Meskipun ia sibuk dengan pekerjaannya di UKDW, Bapak Yoseph tidak melupakan impiannya untuk mengaitkan nutrisi dan pendidikan di sekolah negeri. Di Sekolah Dasar Budya Wacana, Yogyakarta, dia memulai proyek untuk pendidikan nutrisi. Tujuan proyek ini adalah untuk memberikan pengetahuan bagi guru-guru mengenai dasar-dasar nutrisi. Para guru kemudian akan menunjuk dan melatih siswa di kelasnya untuk menjadi dokter kecil, dan para dokter kecil ini akan mengadakan diskusi dengan teman sekelas mereka mengenai kesehatan dasar untuk anak-anak. Bapak Yoseph memantau siswa-siswa yang berpartisipasi sebagai dokter kecil, dan dalam kunjungannya, ia menyampaikan presentasi mengenai gizi seimbang, dan topik-topik lainnya untuk anak-anak. Ia juga memantau diskusi terbimbing yang diikuti oleh 25 dokter kecil. Guru dan siswa yang ikut serta selalu bersemangat untuk bertemu Bapak Yoseph yang membagikan selebaran informasi nutrisi untuk membantu para dokter kecil mengemban tugasnya.

Tujuan jangka panjang Bapak Yoseph adalah untuk memastikan bahwa sekolah dasar menjadi sekolah sehat dengan cara meningkatkan kesadaran akan nutrisi yang tepat di antara para siswa. Tujuan proyeknya selaras dengan tujuan kurikulum yang dimandatkan oleh Kementrian Kesehatan, dan mengubah tujuan-tujuan tersebut dari konsep menjadi pelaksanaan aktif dengan cara memberikan pelatihan bagi guru sekolah dasar tentang dasar-dasar nutrisi, memberikan dorongan kepada para guru untuk melatih dokter kecil, dan memantau kekeliruan dalam penerapan program tersebut di sekolah dasar.

Sekola Dasar Budya Wacana 2018: guru melatih siswanya menjadi “dokter kecil”.

Sekola Dasar Budya Wacana 2018: Bapak Yoseph memberi presentasi kepada kelompok “dokter kecil” (Penulis: IIEF Training Associate Ibu Antje Mariana)