MENGOLAH DATA DAN MEMAHAMI KEBIJAKAN PUBLIK MENDUKUNG IKA RUSINTA UNTUK MENGEMBANGKAN PAPUA BARAT

Sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia yang sangat kaya akan sumber daya alam. Papua menarik minat para pembuat kebijakan di tingkat nasional dan daerah. Ika Rusinta Widiyasari merupakan alumni USAID PRESTASI dan ahli statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Penyedia Data Statistik untuk lembaga organisasi pemerintah dan masyarakat. Ia memahami potensi luar biasa yang ada di Papua, dan bertekad untuk menjadi bagian dari pembangunan wilayah itu dengan cara menyediakan informasi yang diperlukan oleh para pengambil kebijakan.

Pindah dari Jakarta ke Papua, Ika menghabiskan lima tahun pertamanya di Biak dan Jayapura. Selama itu, ia menyadari bahwa kantor tempatnya bekerja kekurangan kemampuan untuk menganalisa data yang dikumpulkan agar pengambil kebijakan bisa membuat rekomendasi yang baik untuk Papua dan Papua Barat. Agar Ika bersama rekan kerjanya bisa menguasai keahlian tersebut, Ika sadar bahwa ia membutuhkan pelatihan tambahan. Di tahun 2015, ada dua perubahan dalam karirnya: pertama,  bersaing dengan ratusan pendaftar dan berhasil mendapatkan beasiswa USAID PRESTASI di Bidang Pertumbuhan Ekonomi untuk mengambil gelar Master di bidang Kebijakan Umum di Oregon State University, AS. Kedua, tepat sebelum keberangkatannya ke AS, Ika dan suaminya (juga bekerja di BPS) ditransfer dari Papua ke Papua Barat. Di Oregon, di penghujung program, Pembimbing Akademik Dr. Brent Steel mengutarakan agar Ika terus melanjutkan pekerjaannya dan menawarkannya untuk tetap tinggal di AS dan memulai studi untuk PhD. Ika menolak tawaran itu, dan setelah lulus di tahun 2017, ia kembali bekerja di kantor BPS di Papua Barat.

Ika mencicipi barbeku a la Amerika saat masih menjadi siswa USAID PRESTASI di Universitas Oregon State

Hanya dua bulan setelah pulang ke Indonesia, BPS/Papua Barat mempromosikan Ika untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Seksi/Ketahanan Sosial. Dengan posisinya yang baru, tanggung jawab yang ia pikul juga lebih besar, seperti melakukan koordinasi kegiatan BPS dengan lembaga lain (kantor lingkungan hidup, kepolisian daerah, dan dinas kesehatan propinsi dan kabupaten). Mengembangkan sistem koordinasi menjadi tantangan tersendiri karena pegawai di berbagai lembaga tersebut memiliki pekerjaan yang padat, dan berkoordinasi dengan BPS bukan prioritas mereka. Namun Ika terus maju, dan terus menghubungi lembaga-lembaga tersebut secara aktif, memastikan bahwa di setiap rapat disertakan agenda dan data untuk dipertimbangkan, dan notulen rapat disebarkan ke semua pemangku kepentingan.

25 Juni 2018, Manokwari: Ika Rusinta (kiri atas, berlutut, mengenakan hijab merah) bersama rekan kerjanya setelah upacara pengangkatan mereka sebagai Kepala Bagian BPS/Papua Barat)

Penyelia Ika, Kepala Bagian Administrasi BPS/Papua Barat, Ibu Merry, menghargai Ibu Ika atas pengetahuannya yang luas terhadap isu-isu lokal di Indonesia, terutama di Papua Barat, dan Ika aktif dalam membantu rekan kerjanya  menganalisa data mentah sebagai bahan untuk statistik yang diperlukan demi kebijakan pembangunan yang akurat. Dengan menggunakan teknik yang ia pelajari selama studi di Oregon State University, ia menunjukkan ke rekan kerjanya berbagai cara untuk melihat data dari sudut pandang potensi kebijakan, alih-alih sekedar menjadi angka-angka dari lapangan.

21 Agustus 2018, Manokwari: Kepala Badan Kesatuan Nasional dan Politik, NUPA/Provinsi Papua Barat, Mr. Alberth Nakoh (kiri) dan Ibu Christine, Kepala Departemen Fasilitasi Politik Dalam Negeri, berkoordinasi dengan Ibu Ika Rusinta untuk mempersiapkan kerangka kerja untuk Indeks Demokrasi Indonesia di Papua Barat. NUPA adalah pembuat kebijakan untuk pembangunan politik di Provinsi Papua Barat.

Ibu Merry menjelaskan bahwa BPS/Papua Barat secara resmi telah membentuk Creative Group, kelompok pemikir karyawan/i BPS untuk mengajukan berbagai ide baru untuk inovasi pengembangan BPS/Papua Barat. Sebagai kepala seksi, Ibu Ika merupakan anggota Creative Group, dan sudut pandangnya yang terbentuk selama masa kuliahnya di AS menambah cara lain bagi kelompok itu dalam memandang suatu isu. Secara khusus, ia telah memberikan data yang relevan dan bisa diandalkan bagi BPS/Papua Barat untuk diserahkan kepada para pembuat kebijakan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam mencari cara untuk mengentaskan kemiskinan di Papua Barat.

29 Agustus 2018 Kabupaten Maybrat: Ika Rusinta (tengah, hijab hitam) mewawancarai Kepala Desa Kampung Hawioh, Mr. Benhur Lemau (kiri atas, baju merah) mengenai karakteristik desa: kondisi sosial, ekonomi, infrastruktur pedesaan, potensi ekonomi, dan mitigasi bencana. (Penulis: IIEF Outreach/Recruitment Associate)

Artikel karya Ika Rusinta Widiyasari di terbitan lokal:

  • 15 Januari 2019,   Radar Papua kolom opini: potensi desa dan mitigasi bencana (Data Potensi Desa dan Upaya Mitigasi Bencana)
  • October 10, 2018,   artikel di Radar Papua article: wabah difteri di Papua Barat (Kasus Difteri di Papua Barat: Pertama dan Jadikan Terakhir)
  • 10 Januari 2019   kolom opini Detik.com: memaksimalkan pembangunan di Papua (Mengejar Ketertinggalan di Papua https://news.detik.com/kolom/4378932/mengejar-ketertinggalan-di-papua)