Hidup Jujur dan Berfokus Pada Tujuan Tidak Pernah Membawa Kerugian” (Simon Poltak Hamonangan Hutabarat)

Kutipan di atas mengantarkan Simon Poltak Hamonangan Hutabarat-atau akrab dipanggil Simon berhasil melanjutkan S-2 dan S-3 ke Amerika Serikat.

Simon lahir di Jakarta, 37 tahun silam ini membuka mata kita bahwa perjuangan, semangat, kejujuran dan fokus adalah kunci sukses dalam kehidupan termasuk dalam meraih beasiswa.

Mulanya, Simon bercita-cita menjadi dokter. Namun, jalan hidup membawanya menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) hingga akhirnya menjadi akuntan dan bekerja di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Selama mengenyam pendidikan di STAN, Simon banyak mendengar pengalaman dosen-dosennya yang melanjutkan sekolah di luar negeri. Sejak itulah Simon merasa termotivasi untuk melanjutkan studi di luar negeri. Setelah lulus dan bekerja di DJP, kantornya sering mendapatkan tawaran program Beasiswa dari berbagai Negara. Tahun 2011 menjadi awal Simon untuk memulai langkah mewujudkan mimpinya bersekolah di luar negeri dengan mencari dan ikut serta dalam program beasiswa.

Perjuangan Simon untuk mendapatkan beasiswa tidak semudah yang dibayangkan. Simon mendaftarkan diri sebagai peserta Beasiswa Fullbright dan Beasiswa internal DJP ke Jepang. Namun pada saat itu Simon belum berhasil lolos ke tahapan selanjutnya. Kegagalan tersebut tidak menyurutkan keinginannya untuk bersekolah di luar negeri.

Simon melanjutkan kesehariannya bekerja di DJP dan mengikuti berbagai rapat koordinasi di luar kantor. Bekerja sebagai Akuntan di sektor energi di DJP memiliki keuntungan tersendiri baginya, karena Simon dapat bertemu dengan berbagai kolega di instansi pemerintah seperti Badan Kebijakan Fiskal, kementerian ESDM, dan SKK Migas. Berbagai pertemuan dengan kolega dari berbagai instansi tersebut membantunya untuk mendapatkan informasi Beasiswa dari pemerintah Amerika – USAID yaitu Beasiswa S2 SEADI (Support for Economic Analysis Development in Indonesia).

Kesabarannya menunggu kesempatan tidak sia-sia, Simon berhasil mendapatkan Beasiswa SEADI program Master of Science in Policy Economics (MSPE) di University of Illinois at Urbana Champaign, IL, Amerika Serikat. Selama menempuh studi di Amerika Serikat, Simon dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya dan bertemu kolega dari seluruh dunia dengan latar belakang pekerjaan yang bervariasi, mulai dari bankir sampai dengan tentara. Simon berhasil menyelesaikan program Master-nya pada Desember 2013. Setelah menyelesaikan studi, Simon kembali ke DJP dan meneruskan kariernya sebagai Account Representative di KPP Pratama Tebet, Jakarta Selatan. Penggalian potensi penerimaan negara, konsultasi pelayanan, dan pengawasan kepatuhan wajib pajak merupakan bagian dari pekerjaanya. Selain itu, dengan latar belakang keilmuan yang dipelajari saat S2, Simon pernah ditugaskan sebagai pelaksana di Direktorat Peraturan Perpajakan. Beliau sering dilibatkan dalam Pengkajian dan Peraturan Perundang-undangan tentang Perpajakan.

Pada saat studinya di Amerika, Simon melakukan mini riset mengenai Perlakuan Fiskal pada Bidang Migas di Indonesia yang kemudian menjasi salah satu koleksi di Department of Economics, University of Illinois at Urbana Champaign. Mini riset tersebut dapat digunakan sebagai salah satu referensi pada penelitian bidang fiskal yang terkait dengan bidang energy di berbagai negara berkembang.

Berdasarkan capaian riset tersebut, Pembimbing S2-nya, Prof J. Fred Giertz memberikan rekomendasi aplikasi untuk melanjutkan program doktoral di Colorado State University. Tahun 2018 Simon melanjutkan studi Doktoral bidang Ekonomi Energi di Colorado State University melalui beasiswa LPDP. Pada jenjang pendidikan S3 ini, Simon akan meneliti Kebijakan Fiskal Pada Energi Terbarukan, atas dasar pemikiran beliau bahwa saat ini Indonesia menuju kemandirian energi (porsi bauran energi akan lebih kepada energi terbarukan). Setelah studinya selesai Simon bertekad akan mengabdi di Direktorat Jenderal Pajak, untuk mengumpulkan penerimaan negara dari sektor perpajakan.

Nah, untuk teman-teman yang berencana melanjutkan studi dengan beasiswa baik dalam atau luar negeri, berikut tips yang diberikan Simon. Pertama, bagi anak-anak muda khususnya yang berada di daerah jangan putus asa apabila belum memperoleh apa yang diharapkan; Kedua, berusaha lebih keras lagi, tahu kemampuan kita artinya dimana kekurangan kita dan berusaha memperbaikinya; Ketiga, banyak berdoa karena Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita dan mulai bergerak dari sana untuk menggapai yang terbaik.

Keempat, banyak-banyak mencari informasi (khususnya bagi para pemburu beasiswa) yang relevan dengan apa yang kita akan kejar sehingga semuanya saling terkoneksi dan sesuai dengan profil kita. (Penulis: Elgawaty)