Share to your social network

Merly aclin Nuasizta Klaas berasal dari Nusa Tenggara Timur tepatnya di Jl.Air Sagu No.37A, Batuplat, Kupang.Merly mendapat Gelar Master’s in Curriculum and Instruction, Universityof Wisconsin-Madison, United States Spesialisasi dalam Pengembangan Kurikulum, Pendidikan Anak Usia Dini, dan Literasi. Saat ini Merly fokus sebagai Spesialis Perawatan dan Perkembangan Anak Usia Dini di Yayasan Sayangi Tunas Cilik, Mitra Save the Children, Program Sponsorship, Sumba, dari tahun 2015 hingga saat ini. Ia bertanggung jawab untuk memberikan dukungan teknis untuk desain proyek, implementasi, pemantauan, evaluasi, dan dokumentasi program dan kegiatan Perawatan Anak Usia Dini dan Pengembangan. Ini termasuk sistem kontrol kualitas, pemantauan dan evaluasi dan integrasi dengan program lain yang dilaksanakan di Sumba Field Office dan kantor lapangan lainnya di Kawasan Timur Indonesia.

Aclin juga aktif dalam program-program Pemerintah untuk pembangunan masyarakat dan Anak Usia dini di Nasional maupun International. Pada tahun 2012 ia menjadi Fasilitator di Beyond Centers and Circle Times Method, Sebuah Lokakarya pengembangan Kurikulum. Selain itu juga ia pernah menjadi Staf Pengajar, Perencanaan Program 2011 sampai 2013 di Departemen Budaya dan Pendidikan Nusa Tenggara Barat. Aclin sangat peduli terhadap lingkungannya terutama untuk kemajuan Kualitas Hidup masyarakat Indonesia. Tak heran jika ia mendapat Prestasi dari banyak lembaga Nasional maupun Internasional atas Kepeduliannya tersebut. Ia mendapat Penghargaan sebagai Presenter di Konferensi Indonesia 2015 dan Konferensi Masyarakat Asia dalam Hubungan Internasional dan Urusan Publik di USA 2015. Ia menjadi pemenang ke-4 Prestasi Mahasiswa Kopertis VI Jawa Tengah 2010. Dana Aclin juga pernah menjabat sebagais Presiden Himpunan Mahasiswa Indonesia (PERMIAS MADISON) di UW-Madison-USA 2015-2016.

Semua Prestasi Aclin tak luput dari keberhasilan dalam Penelitian-Penelitiannya dalam sebuah Penelitaan tentang Pengembangan Kurikulum Literasi Anak Usia Dini Masyarakat Adat Berbasis Analisis Wacana Tradisi Sastra Lisan Dawan, ia berhasil menyajikannya dengan baik di Konferensi Fokus Indonesia di Ohio, AS.

 

No votes yet.
Please wait...