Share to your social network

Video Pembelajaran ALPHA-I PINTAR secara resmi diluncurkan Asosiasi Alumni Program Beasiswa Amerika-Indonesia (ALPHA-I) di Forrest Café & Resto, Jakarta (3/11). Peluncuran dilakukan oleh Yossa Nainggolan, Sekretaris Jenderal ALPHA-I di depan para perwakilan jaringan kelompok masyarakat sipil.

Acara peluncuran dikemas melalui talk show yang bertemakan “Memberdayakan Korban Konflik dari Kelompok Minoritas dan Rentan”. Talk show dengan narasumber Sapto T. Poedjanarto dan Yossa Nainggolan dari ALPHA-I serta Dr. Adriana Venny dari Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) ini dipandu oleh Evi Permata Sari dari SAPA Indonesia.

Talk show membahas siapa saja yang disebut dengan korban konflik dari kelompok minoritas dan rentan dan mengapa mereka perlu mendapat perhatian khusus.

“Perempuan, anak-anak, lansia dan penyandang disabilitas serta kelompok minoritas lainnya, adalah kelompok yang paling rentan saat konflik terjadi,“ jelas Dr. Adriana

“Pasca konflik para korban konflik dari kelompok minoritas perlu mendapat perhatian khusus dari negara karena beban mereka dua kali lebih berat di banding kelompok masyarakat lainnya,” ujar yossa.

Selain pemulihan fisik dan psikososial Negara dalam merehabilitasi para korban konflik dari kelompok minoritas seharusnya negara tidak menyamaratakan pemulihan perekonomian mereka.

“Pemerintah dalam memberdayakan perekonomian kelompok minoritas dan rentan enggan untuk menggali kebutuhan ekonomi mereka secara partisipatif,” terang Sapto, saat menjelaskan upaya negara dalam memulihkan ekonomi para kelompok minoritas dan rentan.

Talkshow ini ditutup dengan menghasilkan beberapa konklusi, diantaranya adalah bahwa sesungguhnya para korban konflik dari kelompok minoritas dan rentan mendapat beban yang lebih berat dibandingkan dengan para korban kalangan diluar kelompok tersebut. Hal ini terjadi karena sebelum konflik terjadi kelompok ini sering menjadi sasaran kekerasan. Selain itu Dibutuhkan komitmen negara dalam pemenuhan hak-hak korban konflik dari kelompok minoritas dan rentan perlu diwujudkan dengan sinergi antara lembaga negara di pusat dan di daerah.

Untuk memberdayakan para korban konflik dari kelompok minoritas dan rentan pemerintah seharusnya tidak hanya membantu melalui program karitatif tapi membantu melalui program partisipatif berkelanjutan agar mereka mandiri secara sosial dan ekonomi. kemudian kelompok masyarakat sipil untuk membantu para korban dapat memberikan dorongan kepada pemerintah dalam merumuskan kebijakan melalui wacana alternative yang yang dituliskan di media massa.

Acara peluncuran video pembelajaran ALPHA-I ini ditutup dengan mengumumkan Kompetisi Penulisan populer di media massa dengan Tema “Mengusung Pemberdayaan Korban Konflik dari Kelompok Minoritas dan Rentan.” Kompetisi ini dimaksudkan agar adanya dorongan kepada pemerintah terkait dengan kebijakan pemulihan perekonomian korban konflik dari kelompok minoritas dan rentan. Kompetisi ini akan ditutup pada 3 januari 2018 dengan syarat artikel yang diserahkan telah dipublikasikan di media massa nasional cetak/online. (ibn)

No votes yet.
Please wait...